15 Februari, 2021

Publikasi APBDes 2021, Wujud Transparansi Pemdes Klirong

 



Pemdes (Pemerintah Desa) Klirong, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen telah menetapkan APBDes Tahun Anggaran 2021 bersama BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Sebagai tindak lanjut juga transparansi, Pemdes Klirong mempublikasikan APBDes tersebut kepada khalayak masyarakat.


Publikasi APBDes 2021 dalam bentuk baliho dalam papan infromasi publik di tempat strategis. Salah satunya yakni di depan Kantor Desa Klirong.


Publikasi APBDes merupakan kewajiban desa yang ditegaskan dalam aturan dari Kementerian Dalam Negeri (MENDAGRI) Republik Indonesia Nomor 113 tahun 2014, tentang Pengelolaan Keuangan Desa Pasal 40 ayat 1 tentang Laporan Realisasi dan Pertanggung jawaban Realisasi Pelaksanaan APBDes.

Infografis APBDes 2021 Desa Klirong


Dalam APBDes tersebut terdapat rincian sebagai berikut :

  • Pendapatan Asli Desa (PAD)
  • Dana Desa (DD)
  • BHP (Bagi Hasil Pajak)
  • BHR (Bagi Hasil Retribusi)
  • Alokasi Dana Desa (ADD)
  • Bantuan Keuangan (BK) dan pendapatan lainnya.
  • Selain itu, juga tercantum anggaran belanja dalam lima bidang serta pelaksanaan pembangunan tahun 2021.

19 November, 2020

DeMIT Berpartisipasi dalam Acara Webminar Sosialisasi Pemilihan Serentak oleh Kominfo

 


Kamis, (19/11) Bulan Desember Tahun 2020 ini, sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota akan melaksanakan pemilihan serentak. Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan acara dalam bentuk webminar sosialisasi pemilihan serentak tahun 2020 dengan bertajuk "Pemilih Cerdas, Objektif, dan Rasional". 

Kominfo Jateng memfasilitasi acara tersebut untuk disasarkan kepada masyarakat umum melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan tokoh masyarakat terkait baik di tingkat Desa, maupun Kabupaten hingga provinsi. 

"Pemilih yang cerdas menggunakan hak pilihnya dan datang di TPS. Jangan takut datang ke TPS dengan mematuhi Prokes". Abi Rizal, ketua KPU Kabupaten Pekalongan. 
 

Zaenal Muhibbin, S, Pd ketua forum KIM Jawa Tengah turut memberikan pesan kepada para pemilih terutama kau milenial, "Gunakan hak pilihmu untuk menentukan masa depan, manfaatkan media sosial yang ada secara objektif untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani dan akal sehat", ajaknya. 

Drs. Didik Sadaka, MM koodinator KIM Kominfo Jawa Tengah sekaligus dari Direktorat IK Polhukam, Ditjen IKP, Kementerian Kominfo RI juga turut menyampaikan, "Jaga suaramu, Jaga kesehatanmu, jaga masa depanmu".  



16 November, 2020

147 Anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara Kecamatan Klirong Dilantik

Senin, (16/11) bertempat di Gedung KPRI Mardi Santosa, sebanyak 147 Anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara dilantik. 

Dihadiri oleh jajaran Panwaslu dan forkompimcam Klirong seperti Camat, Kapolsek, Koramil serta Kades undangan Desa setempat.

Camat Klirong, Wawan Sujaka, S.STP menghimbau, supaya proses pilbup dalam pelaksanaannya, hak pemilih terlindungi tanpa ada intimidasi atau paksaan dari kepentingan manapun. "Saya berharap bahwa pengawas TPS selain bertugas, juga selalu mencontohkan taat protokol kesehatan baik saat bertugas maupun di setiap aktifitas sehari-hari".

Wawan menambahkan, "Diharapkan pengawas selalu mengawal proses pilbup 2020, supaya tercipta pilbup yang LUBER JURDIL!", tambahnya. 

Kasi Humas Polsek, Aiptu B. Gunadi. S. H menyampaikan, "Wajib mengedepankan sebagai contoh disiplin prokes dan pengawas pilbup, mencegah kegaduhan dan permasalahan yang ada di dalam masyarakat, serta mewujudkan pilbup aman dan kondusif".

Arahan ketua Panwascam , Suryati setiap anggota ataupun petugas supaya mematuhi SOP dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana kewajiban sebagai warga negara yang baik dan memenuhi tanggung jawab. 

07 November, 2020

Pemuda Bersama Masyarakat Klirong Bergerak #BantuKebumen

 


Hujan yang mengguyur Jawa bagian tengah pada Selasa, (27/10), mengakibatkan hampir seluruh Desa dan Kelurahan Kabupaten Kebumen terkena dampaknya yakni dari banjir hingga tanah longsor. berdasarkan ulasan dari Marufin Sudibyo dan data PUSDALOPS BPBD Kebumen, hujan lebat - sangat lebat mengguyur pada rentang waktu jam 00:00 - 04:00 WIB dengan intensitas mencapai ~80 mm di beberapa titik. Sebagai akibatnya titik-titik yang hari sebelumnya sudah terkena banjir dan sempat surut pun kembali tergenang. Tak hanya itu, beberapa kawasan seperti daerah Kretek dan Grenggeng Karanganyar mengalami pergerakan tanah, terpaksa sejumlah warga yang terdampak direlokasi. 


Mengetahui peristiwa tersebut, beberapa elemen pemuda yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid Desa Klirong (IRMAS) Gerakan Pemuda Ansor Desa Klirong(GP Ansor) dan Komunitas Desa Melek Informasi Teknologi Desa Klirong (DeMIT Klirong) bergerak mengadakan galang dana untuk korban banjir dan tanah longsor di beberapa titik di wilayah Kebumen. 

Dalam kurun waktu kurang dari 2 Minggu, berhasil mengumpulkan sembako dan uang tunai untuk disalurkan ke tempat pengungsian melalui Dinsos Kebumen. Sebelumnya, para pemuda membentuk posko di Perpusdes Ngudi Ngilmu Desa Klirong. 

Inisiator #BantuKebumen ini diprakarsai oleh Firki Najmudin yang juga sebagai Ketua ANSOR NU Ranting Desa Klirong sekaligus anggota aktif di Komunitas DemIT. Ia menyampaikan terimakasih atas partisipasi seluruh warga dan masyarakat Desa yang mendonasikan bantuan berupa sembako maupun secara tunai. 

Bantuan tersebut telah diserahkan melalui Dinsos Kebumen pada Jum'at, (06/10). Kedatangan tim Baksos diterima oleh Bapak Miftahul Munir, Petugas Tagana. "Terimakasih atas donasi yang diberikan, semoga menjadi manfaat untuk masyarakat Kebumen", kata Munir. 

Kepala Desa Klirong, Slamet menuturkan salut dan mengapresiasi gerakan pemuda serta kepedulian Masyarakat untuk membantu sesama. "Kami mengucapkan terimakasih kepada pemuda dan masyarakat yang telah bergerak membangun donasi untuk membantu saudara kita yang terdampak banjir dan tanah longsor di Kebumen. Semoga dapat membangun semangat kepedulian kita terhadap sesama manusia", ungkap Slamet. 

Berikut rincian hasil donasi #BantuKebumen yang telah diserahkan:

  1. Minyak kayu putih 30 ml ( 20 buah) 
  2. Susu kental manis kaleng ( 20 buah) 
  3. Teh celup ( 20 buah) 
  4. Pasta gigi ( 12 buah) 
  5. Masker Kain ( 25 buah) 
  6. Susu kental manis sachet ( 5 rt) 
  7. Detergen 290 gr ( 5 bungkus) 
  8. Detergen 50 gr ( 5 rt) 
  9. Sampoo sachet ( 6 rt) 
  10. Sabun Colek ( 5 buah) 
  11. Sabun mandi batang ( 3 buah) 
  12. Gula pasir 20 kg
  13. Minyak goreng gelas ( 10 buah) 
  14. Roti marrie ( 10 buah) 
  15. Beras
  16. Mie instan ( 18 karton) 
  17. Wafer Nabati ( 40 buah) 
  18. Uang tunai Rp 2.150.000
  19. Minyak 1L (20 btl) 

 

23 Juli, 2020

93 Warga Desa Klirong Peroleh JPS Bantuan Provinsi



Klirong.info - Kamis, (23/07) Berbagai upaya dilakukan pemerintah sebagai langkah mengurangi dampak selama pandemi. Melalui Kementrian Desa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan sebanyak 1,8 Juta Warga yang terdampak dalam daftar penerima Jaring Pengaman Sosial.

Bertempat di aula balai Desa Klirong, sebanyak 93 kepala keluarga yang terdampak pandemi novel corona virus diseases (COVID-19) mendapatkan JPS dari bantuan provinsi dalam bentuk non tunai. Bantuan tersebut dikemas dalam bentuk paket sembako senilai Rp. 200.000.



Paket sembako berdasarkan keterangan dari berita acara yang diterima oleh Manajer Badan Usaha Milik Desa Klirong Makmur, Marsino di Balai Desa Karangglonggong Kecamatan Klirong sejumlah Beras 10 kilogram, minyak goreng kemasan 2 liter, sarden 425 gram, kecap 275 ml, 4 bungkus mie cepat saji, dan satu tray telur ayam lehor. 

Dalam pelaksanaan ini, pihak PT. Pos Indonesia (persero) diwakili oleh Fauzi selaku petugas POS Klirong turut menyertai, bersama dengan itu perwakilan forkompimcam juga dihadiri oleh  Babinsa Peltu Sumadi dari Koramil /15 Klirong.


Dikutip dari kompas.com , Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo , "Warga yang memperoleh JPS ini adalah mereka yang belum sama sekali menerima bantuan dan tak terdata dalam program Keluarga Harapan (PKH), dan kelompok risiko rentan". 

Keterangan dari Pemerintah Desa Klirong, pihaknya telah memberikan JPS untuk 93 KK warga terdampak setelah sebelumnya dilakukan pendataan disetiap Rukun Tetangga. "Semoga dengan adanya bantuan dari provinsi ini, menjadi berkah dan dapat mengurangi beban bagi warga yang terdampak", Kata Kepala Desa Klirong, Slamet. 







04 Juli, 2020

Jogo Tonggo Desa Klirong, Camat : "Pertahankan Zona Hijau, Mari Sambut Kenormalan Baru!"


Klirong.info - Sabtu (04/7), Pemerintah Desa Klirong mengevaluasi dan mensosialisasikan program "Jogo Tonggo". Dalam agenda ini, Desa Klirong masih mempertahankan sebagai salah satu Desa di Kabupaten Kebumen yang masih berstatus zona hijau.


"Masa pandemi sebenarnya belum selesai, selama 90 hari satgas relawan Desa Klirong telah aktif. Ke depan, satgas relawan mulai  besok, Minggu (5/7) kembali aktif menjaga tetangga di lingkungan masing-masing" Kata Slamet, selaku Kepala Desa Klirong.


Slamet menerangkan, berdasarkan data, 198 orang tercatat mudik,  9 isolasi, dan 189 sudah selesai isolasi, 3 diantaranya pulang dari luar negeri. 


Kades menjelaskan bahwa berdasarkan maklumat kapolri tentang pencabutan  pelarangan aktifitas perkumpulan masa, maka seyogyanya masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti biasa, namun memakai protokol covid yang disebut dengan kenormalan baru. 

"Peran aktif masyarakat merupakan kunci utama, dalam menjaga kebersamaan ditengah pandemi, gerakan semprot masal disinfektan secara mandiri telah dilaksanakan, protokol kesehatan selalu digiatkan, alhamdulillah sampai sekarang Desa Klirong masih aman terkendali", kata Slamet.

Meneruskan prakata Presiden saat evaluasi kabinet, Camat Klirong Wawan Sujaka. "Kita harus menyatukan persepsi bahwa virus corona merupakan ancaman yang serius, maka dari itu harus ditangani secara luar biasa", Ungkapnya. 

Menurut Wawan, gelombang wabah bahkan sampai sekarang belum menunjukan angka penurunan yang signifikan, terlebih virus ini telah mampu bermutasi dan menyesuaikan dengan keadaan yang ada. 

"Secara nasional maupun internasional, virus ini masih menjadi pandemi, hari ini di Jateng kita rangking empat", Ujar Wawan. 

Camat Klirong menambahkan, para ahli epidemologi sebenarnya belum sepakat untuk diberlakukan relaksasi, namun ternyata memang keadaannya demikian adanya. Supaya kehidupan masyarakat kembali seperti biasa.

Prinsipnya, kita bergotong royong. Setiap kepala keluarga menjadi pejuang untuk memerangi virus. Itulah tujuan program Jogo Tonggo. "Kita harus jaga, jangan sampai ada penularan lokal di Kecamatan Klirong. Jangan ketularan virus, jangan menularkan virus!",  Pungkas Wawan.




26 Juni, 2020

Melepaskanmu Itu Berat, Tetapi Disitulah Ada Harapan yang Baru


Klirong.info - Ditengah pandemi, Pemuda Karangtaruna Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong melepas tukik pada (23/06).Telur tukik tersebut sebelumnya ditetaskan terlebih dahulu selama 40 hari di kawasan Desa Wisata Kali Buntu. Pemuda dengan sadar, menggiatkan tentang pentingnya kelestarian keanekaragaman hayati. 

Pelepasan penyu tersebut disambut antusias oleh para pemuda yang tergabung dalam Karangtaruna Kecamatan Klirong, beserta masyarakat sekitar yang ingin mengawal pelepasan anak penyu. 


Kawasan pesisir pantai selatan Kebumen memang menjadi salah satu tempat tujuan para penyu untuk menetaskan telurnya. Warga di sekitar daerah tersebut dengan sukarela menyerahkan temuan telur-telur penyu ke tempat penangkaran. Mereka sadar dan paham, penyu termasuk hewan langka yang harus dilindungi. 


Nasirudin, selaku tim SAR Elang Perkasa Kebumen mengatakan, penyu yang bertelur biasanya memilih tempat yang masih asri dan jarang dijamah oleh manusia. "Maka dari itu, kita harus melestarikan alam dengan tidak sembrono membuang sampah sembarangan apalagi mengeksploitasi secara berlebihan". Tuturnya. 

Menurut Nasirudin, Penyu mulai bertelur saat datang musim dingin. Mereka mengarungi luasnya samudera Hindia, hingga akhirnya menuju ke Jogosimo. "Kami juga biasanya melakukan penyisiran pesisir pantai selatan, siapa tahu nanti menemukan tempat penyu bertelur, lalu kami antarkan ke tempat penangkaran supaya tidak diambil oleh orang yang tak bertanggung jawab atau dimakan hewan liat", Tandasnya. 

Dalam kesempatan pada acara tersebut, tak lupa juga Nasirudin menjelaskan pesan dari anak penyu. Sejauh-jauhnya mereka berkelana, nanti saat tiba waktunya mereka bertelur, pasti kembali lagi ke sini. Tempat asal dimana mereka dilahirkan. "Ini bisa dijadikan pelajaran penting untuk para pemuda, meski nanti hidup diperantauan, maka jangan lupakan kampung halaman", Pungkas Nasirudin.


Syarif, Tokoh Pemuda Karangtaruna Desa Jogosimo menjelaskan, Penyu yang ada di penangkaran sampai sekarang kondisinya baik. "Penyu dan tukik yang ada di sini beragam usianya. Ada yang tiga tahun sampai yang baru menetas dua Minggu. Nah yang kita lepas nanti yang baru menetas", Ujar Syarif. 

Meskipun melepaskan itu berat, tetapi disitulah ada harapan baru untuk anak penyu. Simak Videonya :